Indonesia Akan Membuka Kembali Perekonomian

Indonesia sedang mempertimbangkan rencana untuk memulai kembali bisnis secara bertahap di ekonomi terbesar di Asia Tenggara awal  1 Juni mendatang , dengan pelonggaran pembatasan yang bertujuan untuk mengekang virus corona baru, sesuai dokumen pemerintah.

Usulan tersebut muncul ketika para pakar medis mengkritik Indonesia karena lamban dalam menanggapi wabah tersebut. Korban tewas resmi 930 adalah yang tertinggi di Asia Timur di luar Cina.

Namun, ada kekhawatiran yang meningkat tentang dampak ekonomi yang semakin dalam dari pembatasan dengan sedikitnya 2 juta orang kehilangan pekerjaan dalam enam minggu terakhir dan peningkatan kemiskinan.

Mal-mal perbelanjaan dapat dibuka kembali pada 8 Juni, dengan sekolah-sekolah ditetapkan untuk memulai kembali seminggu kemudian, tetapi hanya jika kasus-kasus baru jatuh dan target pengujian terpenuhi, sesuai dengan rencana yang ditetapkan dalam dokumen.

Salon kecantikan, bioskop, dan pusat olahraga mungkin diizinkan beroperasi pada 15 Juni, dengan pembukaan kembali sepenuhnya kamungkinan pada akhir Juli atau awal Agustus.

Raden Pardede, penasihat kementerian yang menulis dokumen itu, mengatakan belum disetujui dan tetap menjadi proposal.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Kelautan dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan dalam presentasi bahwa sebelum keluar, pengujian besar-besaran, pelacakan dan karantina terpusat diperlukan, dan tidak akan “didasarkan pada tanggal yang ditentukan sebelumnya”. Pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot ke level terlemah dalam 19 tahun pada kuartal pertama tahun ini karena coronavirus memberikan pukulan terhadap konsumsi dan investasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published.