Dollar Menguat Karena Tensi AS dan China

Posisi Dollar AS bertahan pada hari Senin 18 Mei 2020 karena kekhawatiran tentang tensi ketegangan global dengan China membayangi peningkatan sentimen dari coronavirus, sementara pembicaraan tentang suku bunga negatif mendorong pound ke level terendah selama hampir dua bulan.

Ketika Italia mengumumkan rencana untuk menaikkan pembatasan perjalanan bulan depan dan bagian-bagian Amerika Serikat melonggarkan berbagai pembatasan,serta  meningkatnya ketegangan dengan China di Eropa, Amerika Serikat dan Australia telah memaksa traders mata uang untuk meningkatkan antisipasi mereka. Pada pagi ini Dollar tampak menguat terhadap yen Jepang di kisaran 107,25 yen per dollar karena Jepang tergelincir ke dalam resesi untuk pertama kalinya sejak 2015.

Indeks Dollar diperdagangkan stabil di sebagian besar mata uang Asia lainnya setelah naik pekan lalu dan bergerak  datar pada level 100.380. Langkah pemerintah Trump untuk memblokir pasokan chip ke Huawei Technologies adalah merupakan fokus  utama China -A.S. terbaru, membuat pasar merespon dengan gelisah, setelah surat kabar Global Times China menandai kemungkinan adanya  pembalasan.

Dollar Australia sedikit menguat dan diperdagangkan pada level  $ 0,6450 setelah surat kabar Australian Financial Review melaporkan pernyataan damai dari kementerian luar negeri China.

Mata uang Pound Sterling  turun sekitar 0,1% ke level  $ 1,2109, terendah sejak akhir Maret, setelah seminggu menemui jalan buntu dengan Uni Eropa terkait kesepakatan perdagangan pasca-Brexit dan kepala ekonom Bank of England mempertimbangkan untuk suku bunga negatif dalam wawancara surat kabar Sabtu kemarin.

Leave a Comment

Your email address will not be published.