Emas Naik Ditengah Ketegangan AS-China

Kenaikan harga emas masih berlanjut  pada Senin pagi 18 Mei 2020 di sesi Asia, melanjutkan kenaikannya sejak  Jumat kemarin dan  menyentuh titik tertinggi sejak Oktober 2012. Emas berjangka naik 0,71% pada $ 1764,35. Sementara itu saham, yang biasanya memiliki hubungan terbalik dengan emas, juga bergerak naik pada hari ini.

Hubungan AS-China yang suram, serta berita-berita suram lainnya, membuat para investor beralih ke logam kuning untuk safe-heaven. Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, adalah pejabat AS terbaru yang memulai menyalahkan setelah ia mengatakan bahwa Beijing mengirim “ratusan ribu orang China dengan pesawat ke Milan, New York dan di seluruh dunia” untuk menyebarkan virus setelah menyembunyikannya dari dunia selama dua bulan.

Di atas komentar Navarro tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia “tidak senang” dengan fase satu kesepakatan perdagangan AS-Cina yang tercapai pada Januari lalu , bahkan setelah Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow mengatakan pada hari Jumat bahwa kedua negara masih bekerja untuk menerapkan  kesepakatan itu.

Pemerintahan Trump menambah ketegangan dengan China dengan memblokir pasokan chip ke Huawei Technologies, mengakibatkan banyak  investor gelisah untuk kemungkinan pembalasan dari  China.

Sementara itu, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memperingatkan dalam wawancara  “60 Menit” nya bahwa ekonomi AS bisa menyusut hingga 30% pada kuartal kedua. Meskipun AS dapat menghindari Depresi Hebat kedua dalam jangka panjang, pemulihan penuh akan bergantung pada pengembangan vaksin.

Powell juga menambahkan bahwa The Fed bersedia mengerahkan lebih banyak amunisi untuk membantu pemulihan ekonomi jika diperlukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.