Lockdown berkelanjutan di China menurunkan prospek minyak mentah

Harga minyak turun lebih dari $2 per barel pada hari Senin 11 April 2022, menyusul penurunan mingguan kedua berturut-turut setelah diumumkannya rencana untuk merilis rekor volume minyak mentah dan produk minyak dari stok strategis dan karena lockdown di China terus berlanjut. Minyak mentah Brent turun $ 2,3, atau 2,23%, di level $ 100,48 per barel pada awal sesi asia, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS juga turun $ 2,31, atau 2,35%, di $ 95,95 per barell. Pekan lalu,minyak Brent turun 1,5% sementara minyak mentah AS turun 1%. Selama beberapa minggu, tolok ukur berada pada posisi paling fluktuatif sejak Juni 2020. Pasar telah mengamati perkembangan di China, di mana pihak berwenang telah melockdown Shanghai, sebuah kota berpenduduk 26 juta orang, di bawah kebijakan “tanpa toleransi” untuk COVID-19. China adalah importir minyak terbesar dunia. Kekhawatiran tentang pertumbuhan China adalah alasan utama penurunan harga minyak hari ini dengan lockdown Shanghai tidak menunjukkan tanda-tanda akan dicabut dan kota Guangzhou juga ingin memulai pengujian virus massal.

Leave a Comment

Your email address will not be published.