Mata uang Dollar AS masih diburu investor

Dollar AS naik ke level sekitar tertinggi dua tahun terhadap mata uang Euro dan tertinggi 18 bulan terhadap Pound Sterling karena kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari lockdown COVID-19 China dan langkah agresif kenaikan suku bunga AS membuat investor berebut memburu Dollar. Indeks Dollar , yang mengukur greenback terhadap mata uang utama lainnya , berada di 101,55, setelah melonjak 0,58% pada hari Senin dan mencapai puncak dua tahun di 101,86. Selain mendorong investor ke Dollar, ketakutan ini telah menyebabkan pasar ekuitas banyak dijual, dan imbal hasil Treasury AS turun.Mata uang Euro berada di $ 1,0733 diperdagangkan di atas level terendah semalam di $ 1,0697, terlemah sejak Maret 2020, karena kegelisahan pasar mengalahkan optimisme dari pemilihan kembali Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pound Sterling Inggris berada di $ 1,2766, setelah mencapai level terendah sejak September 2020 semalam. Dollar Australia berada di $0,7223, dan sempat mencapai level terendah dua bulan semalam, akibat lockdown di China telah membebani harga komoditas. Dollar jatuh 0,2% terhadap yen, di level 127,82. Mata uang Jepang telah berhasil memulihkan sedikit minggu ini dari terendah 20-tahun minggu lalu di 129,40. Pusat keuangan China di Shanghai kini telah dilockdown ketat untuk memerangi COVID selama sekitar satu bulan, dan seorang pejabat Beijing mengatakan pada Senin malam bahwa kampanye pengujian massal di sana akan diperluas dari distrik terpadat di kota itu ke 10 distrik lain dan satu distrik ekonomi.

Leave a Comment

Your email address will not be published.