Dollar AS masih perkasa di level tertingginya

Dollar AS mencapai puncak baru dua dekade terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu di belakang kenaikan imbal hasil Treasury, sementara Pound Sterling mendekam di dekat rekor terendah di tengah kekhawatiran atas pemotongan pajak radikal Inggris untuk memacu pertumbuhan. Indeks dolar AS mencapai tertinggi baru di 114,52 di awal perdagangan Asia.Sementara itu, benchmark imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik menjadi 4% untuk pertama kalinya sejak 2010, mencapai 4,004%. Imbal hasil dua tahun juga mencapai level 4,2912%.Mata uang Pound Sterling diperdagangkan pada level 1,0659.dan masih mengalami kerugian yang dalam setelah meluncur ke level terendah sepanjang masa di $ 1,0327 pada awal minggu. Aussie juga mencapai posisi terendah di $0,6389, level yang terendah sejak Mei 2020.Euro pagi ini turun 0,33% di $0,9559, tidak jauh dari level terendah 20 tahun terakhir di $0,9528, dengan gejolak terbaru dalam krisis gas zona euro menambah prospek suram untuk mata uang tunggal. Eropa pada Selasa kemarin menyelidiki apa yang dikatakan Jerman, Denmark dan Swedia sebagai serangan yang menyebabkan kebocoran besar ke Laut Baltik dari dua pipa gas Rusia yang saat ini menjadi kebuntuan energi. Mata uang yen terakhir dibeli 144,66 per dollar, sedikit terbantu oleh intervensi dari Jepang untuk menopang mata uang rapuh minggu lalu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.