Minyak mentah terancam permintaan yang menyusut

Harga minyak diperdagangkan turun pada hari Jumat 21 Oktober 2022,setelah peringatan akan pertumbuhan ekonomi dari Federal Reserve, tetapi harga minyak masih mengakhiri minggu lebih tinggi pada sinyal positif dari China dan prospek pengetatan pasokan dalam beberapa bulan mendatang. Minyak Brent yang diperdagangkan di London, dan merupakan patokan global, naik 0,61% di $92,94 per barel, sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate naik 0,62% di $85,05 per barell pada pertengahan sesi asia. Minyak Brent mengakhiri minggu sekitar 0,7% lebih tinggi , sementara WTI diprediksi datar. Harga minyak mentah turun tajam dari tertinggi perdagangan intradaynya pada hari Kamis, sedikit lebih tinggi setelah Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan bank sentral secara aktif berusaha memperlambat ekonomi, untuk memerangi kenaikan inflasi. Komentarnya datang sebagai konfirmasi bahwa AS kemungkinan akan melihat resesi karena kenaikan suku bunga, yang dapat mengurangi permintaan minyak mentah. Kenaikan suku bunga AS dan inflasi yang sangat tinggi telah mengguncang pasar minyak mentah tahun ini, karena para pedagang khawatir akan perlambatan ekonomi terbesar di dunia itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.