IMF memangkas pertumbuhan ekonomi asia

Dana Moneter Internasional kembali memangkas perkiraan ekonomi di Asia pada hari Jumat karena pengetatan moneter global, meningkatnya inflasi yang disebabkan oleh perang di Ukraina, dan perlambatan tajam di China yang berpotensi mengurangi prospek pemulihan kawasan tersebut. Sementara inflasi di Asia tetap lemah dibandingkan dengan kawasan lain, sebagian besar bank sentral harus terus menaikkan suku bunga untuk memastikan ekspektasi inflasi tidak menjadi tidak menentu, kata IMF dalam laporan prospek ekonomi regional Asia-Pasifik.
IMF memangkas perkiraan pertumbuhan Asia menjadi 4,0% tahun ini dan 4,3% tahun depan, masing-masing turun 0,9% poin dan 0,8 poin dari April. Perlambatan tersebut mengikuti ekspansi 6,5% pada tahun 2021.
IMF juga memperkirakan pertumbuhan China akan melambat menjadi 3,2% tahun ini, turun 1,2 poitn dari proyeksi April, setelah naik 8,1% pada 2021. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu terlihat tumbuh 4,4% tahun depan dan 4,5% pada 2024, menurut IMF. Karena negara-negara berkembang Asia dipaksa untuk menaikkan suku bunga untuk menghindari arus keluar modal yang cepat, dan penggunaan intervensi valuta asing yang “bijaksana” dapat membantu meringankan beban kebijakan moneter di beberapa negara, menurut IMF.

Leave a Comment

Your email address will not be published.