Dollar AS bertahan ditengah kejatuhannya

Dollar AS bertahan kuat pada perdagangan Senin 14 November 2022 setelah penurunan tajam minggu lalu karena Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan bahwa bank sentral tidak melunakkan perjuangannya melawan inflasi. Data inflasi yang sedikit lebih dingin dari yang diantisipasi pada hari Kamis llalu sempat mengirim greenback pada kejatuhan, dengan indeks dollar meluncur 3,6% selama dua sesi minggu lalu, serta merupakan persentase penurunan dua hari terbesar sejak Maret 2009. Ekuitas global melonjak karena investor masuk ke aset berisiko dengan harapan bahwa inflasi yang memuncak berarti kenaikan suku bunga yang kurang agresif dari The Fed. Indeks Dollar AS berada di posisi 106,49,naik 032% di awal minggu ini.Yen Jepang melemah 0,11% versus greenback di 138,96 per dollar, setelah menguat 5,4% minggu lalu terhadap dolar. Euro terakhir turun 0,2% pada level $1,0332. Pound Sterling terakhir diperdagangkan pada $1,1792, turun 0,36% sehari menjelang Pernyataan Musim Gugur Kanselir Inggris pada hari Kamis di mana ia diperkirakan akan menetapkan kenaikan pajak dan pemotongan pengeluaran.

Leave a Comment

Your email address will not be published.