Bursa asia mencerna arah dollar saat ini

Saham saham di bursa Asia berada dalam perdagangan yang hati-hati pada hari Jumat 18 November 2022 setelah pejabat Federal Reserve AS mengeluarkan lebih banyak peringatan pada suku bunga, sementara meningkatnya kasus virus corona di China dan tekanan likuiditas di pasar obligasi menambah ketidakpastian.Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang melambung 0,6%, setelah tergelincir selama dua sesi. Shanghai composite China melemah 0,11% di tengah laporan bahwa Beijing telah meminta bank untuk memeriksa likuiditas di pasar obligasi setelah imbal hasil yang melonjak menyebabkan kerugian bagi beberapa investor. Ada juga kekhawatiran bahwa lonjakan kasus COVID-19 di China akan menantang rencana pelonggaran pembatasan pergerakan ketat yang telah mencekik perekonomian.Disisi lain,ASX Australia diperdagangkan naik 0,3%,Kospi Seoul juga naik 0,59%,Hangseng HK juga bergerak naik 0,61%,dan Nikkei 225 Jepang naik tipis 0,1%. Dollar AS dan imbal hasil obligasi terdorong lebih tinggi semalam ketika Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan suku bunga mungkin perlu mencapai kisaran dari 5% hingga 7% agar “cukup membatasi” dalam mengekang inflasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published.