Minyak mentah belum beranjak dari posisi terbawah tahun ini

Harga minyak mentah masih menunjukkan pelemahan pada Selasa 22 November 2022 ,karena kekhawatiran atas perlambatan permintaan di China dan potensi resesi AS sebagian besar mengimbangi komitmen untuk pasokan yang lebih ketat dari Arab Saudi dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Minyak mentah Brent diperdagangkan naik tipis 0,43% dari posisi kemarin di level $87,84 per barell di awal perdagangan Asia, sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate juga naik 0,36% di $80,33 per barell. Kedua kontrak naik 0,2% pada hari Senin setelah sesi bergejolak yang membuat minyak mentah turun ke posisi terendah Januari. Harga minyak mentah turun tajam pekan lalu karena meningkatnya infeksi COVID-19 di China menimbulkan kekhawatiran atas melambatnya permintaan di importir minyak terbesar dunia itu. Negara itu juga telah memberlakukan penguncian di beberapa kota besar, termasuk Beijing dan Shanghai, karena berjuang dengan tingkat infeksi baru harian yang mencapai rekor tertinggi.

Leave a Comment

Your email address will not be published.