Mata uang Dollar AS kembali dicari ditengah ketidakpastian

Dollar AS bergerak naik pada hari Senin 28 November 2022 karena protes terhadap pembatasan COVID di China mengguncang pasar keuangan, membuat yuan meluncur dan mendorong investor yang gelisah mengambil greenback sebagai safe heaven. Protes COVID telah berkobar di seluruh China dan menyebar ke beberapa kota setelah kebakaran mematikan di Urumqi di ujung barat negara itu, dengan ratusan demonstran dan polisi bentrok di Shanghai pada Minggu malam. Kekhawatiran atas gelombang pembangkangan sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara di mana protes langsung jarang terjadi, meningkatnya kasus COVID, serta bagaimana Beijing akan bereaksi terhadap situasi tersebut membuat investor gelisah.Indeks Dollar berada pada level 106,32,menguat 0,39%. Mata uang Euro turun 0,38% di level $1,0357, sementara Pound Sterling turun 0,36% pada level $1,2050 dan Yen Jepang juga menguat ke level 138,56.Dollar Australia yang sering digunakan sebagai proksi likuid untuk yuan, turun lebih dari 1% menjadi $0,6685. Pembatasan COVID yang ketat telah berdampak besar pada ekonomi China, dan pihak berwenang telah menerapkan berbagai langkah untuk menghidupkan kembali pertumbuhan. Pada hari Jumat, People’s Bank of China (PBOC), bank sentral negara tersebut, mengatakan akan memangkas rasio persyaratan cadangan (RRR) untuk bank sebesar 25 basis poin (bps), efektif mulai 5 Desember mendatang.Perkembangan terbaru di China telah menghentikan penurunan dollar AS, yang telah melemah selama beberapa minggu terakhir di tengah harapan bahwa Federal Reserve akan segera memperlambat laju kenaikan suku bunganya sebuah pandangan yang didukung oleh rangkuman pertemuan November yang dirilis minggu lalu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.